Sanitasi Lahan Atau Pembersihan Lahan Yang benar

Sanitasi lahan adalah pembersiahan lahan dari gangguan yang bisa mengakibatkan tanaman budidaya menjadi terganggu, baik pertumbuhannya maupun produksinya. Gangguan ini bisa berupa gangguna dari gulma, hama, penyakit, maupun jamur. Oleh karena itu sanitasi lahan ini perlu dilakukan untuk menghidari segala bentuk gangguan secara dini. 
Sanitasi lahan adalah pembersiahan lahan dari gangguan yang bisa mengakibatkan tanaman budidaya menjadi terganggu, baik pertumbuhannya maupun produksinya. Gangguan ini bisa berupa gangguna dari gulma, hama, penyakit, maupun jamur. Oleh karena itu sanitasi lahan ini perlu dilakukan untuk menghidari segala bentuk gangguan secara dini.

SANITASI LAHAN ATAU PEMBERSIHAN LAHAN

Salahsatu syarat penyiapan lahan yang bagus adalah lahan bersih dari segala macam sumber pengganggu pertumbuhan yang meliputi gulma, akar sisa tumbuhan tanaman yang telah dibongkar, bebatuan, dan bahan kontaminasi yang dapat mengganggu tanaman di kemudian hari. Tujuan dari pembersihan lahan ini atau sanitasi lahan yaitu untuk menciptakan media yang bagus sehingga perakatan tanaman dapat berkembang dengan baik dan membuang tanaman yang dijadikan inang bagi hama maupun penyakit yang kemungkinan ada, serta mengendalikan atau sekaligus membasmi kontaminasi mikro organisme seperti kama penyakit. Yang ada pada lahan.

Jika dilihat secara umum, sumber kontaminasi dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu patogen dan dan nonpatogen. Untuk lebih jelasnya mari hita bahas secara detail.

1. Sumber Kontaminasi Dari Patogen

Patogen adalah mikroorganisme parasit yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Oleh karena itu maka kita harus harus lebih mengetahui secara detail. berikut Sumber Kontaminasi Dari Patogen terdiri dari:

a). Hama
Halam dalam ilmu petanian yaitu makro organisme yang aktifitas hidupnya merugikan petani. Mokroba ini secara langsung akan merusak tumbuhan yang berdampak pada pertumbuhan maupun produksinya. Hama ini dapat menyerang mulai dari benih, bibit hingga tanaman sudah berproduksi. Hama yang keberadaanya di tanah : ulat tanah (Agrotis Ipsilon) biasanya menyerang tanaman madu, semut biasanya menyerang jagung manis, sifat menekan batang dan daun setelah benih atau bibit ditanam. Tikus memakan bagian tanaman yang disukainya. Anjing tanah biasanya menyerang bibit padi di sawah dan lain-lain.

b). Penyakit
Penyakit dalam ilmupertanian adalah mokro organisme yang aktifitas hidupnya merusak jaringan tanaman. pada umumnya jenis patogen ini penyebarannya melalui udara, dari benih, atau dari bibit itu sendiri, melalui air irigasi, dan air permukaan. 
Nematoda : Penyebab penyakit yang merusak jaringan akar
Bakteri: Penyebab penyakit yang merusak jaringan akar tanaman sehingga tanaman layu dan terus mati
Jamur : Penyebab penyakit yang merusak jaringan mulai dari akar, batang, daun dan buah.
Virus : Penyebab penyakit yang merusak dan berkembang di dalam jaringan yang sangat sulit untuk dibrantas.

c). Gulma
Gulma merupakan tumbuhan yang menghambat pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan oleh petani. Gulma ini akan tumbuh subur apabila sanitasi lahan terutama benih gulma masih banyak yang tertinggal pada lahan.

2. Sumber Kontaminasi Dari Non Patogen

Sumber kontaminasi non patogen ini merupakan lingkungan abiotik berupa air dan material keras yang berada di lahan budidaya. berikut merupakan Sumber Kontaminasi Dari Non Patogen:

a). Genangan air
Yaitu genangan air yang dapat mengganggu tanaman. Genangan  air  biasanya  akan menjadi  sarang  penyakit  dan bertelurnya  hama  serangga,  maupun  memperlancar serangan  hama  penggerek.  Pada  tanaman  padi.  Penyakit yang biasanya cepat berkembang dalam kelembaban yang tinggi dan genangan air yaitu bakteri, hal tersebut perlu dikurangi.

b). Material asing
Materi   lain   (Batu-batuan,   plastik,   bekas   akar,   sampah lainnya) untuk mengetahui lebih dalam sumber kontaminan 5 jenis tadi maka kita uraikan. Bahan yang tidak mudah hancur. Batu-batuan, bekas akar tanaman besar, plastik, kaca, pecahan bata, botol dan kaleng, sampah  lainnya.  Sampah-sampah  ini  selain  bisa  menjadi sarang penyakit (seperti kaleng berair bisa menjadi sarang hama/penyakit), juga dapat menghambat pertumbuhan akar serta menyulitkan dalam melakukan pengolahan tanah.

Tujuan Sanitasi
Adapun tujuan sanitasi lahan ini ialah:
  1. Memperbaiki, mempertahankan, dan mengambalikan kesuburan tanah pada lahan pertanian
  2. Esensi produksi dapat dimaksimalkan
  3. Menghasilkan produk yang aman dan sehat dari pengaruh hazard yang
  4. dapat menyebabkan penyakit bagi manusia

prinsip-prinsip sanitasi
Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip sanitasi terdiri atas 3 sebagai sesuatu
hal yang perlu ditekanankan dalam sanitasi. Adapun prinsip tersebut yaitu:
  1. Bersih secara sik
  2. Bersih secara kimiawi
  3. Bersih secara mikrobiologis

Berikut merupakan penjelasan tentang sanitasi lahan semoga dapat bermanfaat bagi tanaman yang kita budidayakan dilahan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel