Definisi, Jenis, dan klasifikasi Struktur Tanah

Struktur tanah adalah susunan agregat utama tanah yang terbentuk secara alami menjadi bentuktertentu dibatasi oleh beberapa bidang. Struktur tanah ini terbentuk oleh disebabkan oleh butiran-butiran yang tergabung menjadi satu olehpengikat koloid tanah menjadi agregat primer. agregat sendiri merupakan sekumpulann gumpalan-gumpalan kecil tanah yang bermacam-macam bentuknya.

Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis. Struktur tanah berhubungan dengan cara di mana, partikel pasir, debu dan liat relatif disusun satu sama lain.

Butiran mineral atau pecahan bebatuan kecil benbagai bentuk dan ukuran yang diselaputi oleh senyawa hasil pelapukan yang di sebut dengan agregat primer. Perekat dari agregat primer ini yaitu:
  1. koloid tanah
  2. senyawa kapur, 
  3. senyawa besi dan 
  4. almunium

Struktur tanah ini bisa digolongkan menjadi dua bagian yaitu struktur mikro dan struktur makro:
  1. Struktur mikro yaitu disebut juga agregat primer
  2. Struktur makro dapat disebut juga dengan agregat skunder
Struktur tanah yang baik yaitu tanah yang mengandung tiga unsur alam yang seimbang. Unsur alam itu yaitu padatan, udara dan air yang cukup dan mantap. Kedua padatan yaitu air dan udara hanya terdapat pada pori-pori besar dengan perbandingan pori-pori makro dan mikro serta tanah daapat menahan tetesan air hujan. 

Jenis Struktur Tanah

Struktur tanah memiliki beberapa jenis atau tipe yang ada saat ini. berikut merupakan jenis atau tipe struktur tanah yang dapat anda ketahui.

TIPE STRUKTUR
PENYIFATAN AGREGAT
DIAGRAM AGREGAT
LOKASI PADA HORIZON
Granuler
Kurang porous, ukuran kecil, padat, tidak terikat antara agregat bulat

Horizon A
Remah
(crumb)
Porous, bulat, ukuran kecil, agregat tidak terikat sesamanya

Horizon A
Lempeng
Agregat berbentu lempeng

Sering terdapat
pada horizon
A2 tanah hutan dan tanah clavapan
Gumpal
Gumpal berbentuk kubus, agregat berpegang erat dengan lainnya, jika terjadi agregat lebih kecil

Horizon B
Gumpal bersudut
Berbentuk gumpal, bermuka datar dengan pinggir bersudut tajam

Horizon B
Prisma
Bentuk mirip prisma, bagian atas datar

Horizon B
Columnar
Agregat seperti tiang dengan puncak berbentuk agak bulat

Horizon B


Klasifikasi Struktur Tanah

Strutur tanah banyak diklasifikasikan oleh para ahli yang membidangi ilmu tanah, namun samapai sekarang pendapatnya tentang mengklasifikasikan belum dapat diterima. Klasifikasi fikasi ini banyak di ambil dari beneraa sumber 

1. Klasifikasi Menurut Bentuk

A. Struktur sederhana (simple structure)
Bidang-bidang belahan alaminya tidak ada atau kurang jelas.
  1. Struktur berbutir tunggal (loose) : Ini umumnya terjadi hanya di dalam pasir dan debu yang kandungan bahan organiknya rendah. Di dalam pasir struktur berbutir tunggal ini memungkinkan aerasi dan gerakan air kapiler berlangsung secara maksimum. Di dalam tanah-tanah yang lainnya keadaan semacam ini justru sangat dikehendaki karena berarti adanya pori-pori besar yang diperlukan bagi aerasi yang baik.
  2. Struktur pejal (massive) : Struktur pejal mirip dengan struktur berbutir tunggal, kecuali bahwa struktur pejal ini kompak (mampat)(rapat). Contohcontoh struktur pejal ini antara lain kerak-kerak tanah yang mampat, lapisan bajak, dan lapisan-lapisan olah.
B. Struktur gabungan (compound)
Bidang-bidang belahan alaminya jelas. Bentuk bongkahan individual tanah yang berstruktur gabungan ini dapat diperikan menurut panjang nisbi sumbu-sumbu vertikal dan horisontal dan bentuk ujung-ujungnya. Bentuk-bentuk bongkahan tersebut adalah :
  1. Sruktur seperti kubus, sumbu-sumbu vertikal dan horisontalnya sama panjang.
  2. Struktur tiang (kolumner), berbentuk prisma, sumbu-sumbu vertikal lebih panjang dibandingkan sumbu-sumbu horisontal. Bidang-bidang belahan mendatarnya lebih banyak (merajai).
  3. Struktur lempeng (pipih), sumbu-sumbu horisontal lebih panjang daripada sumbu-sumbu vertikal. Bidang-bidang belahan horisontal lebih banyak.
Dilihat dari bentuk kontur ujung-ujung bongkahannya, maka struktur tanah dapat dipilahkan menjadi :
  1. Menyudut (angular), sudut-sudut dan ujung-ujungnya tajam dan jelas.
  2. Agak menyudut (sub-angular), sudut-sudutnya tumpul, ujungujungnya tajam.
  3. Butiran (granular), baik sudut-sudut maupun ujung-ujungnya tumpul.
Ujung-ujung yang tajam umumnya sebagi akibat adanya kakas (gaya) fisika, seperti pembasahan dan pengeringan atau pembekuan dan pencairan, sedangkan permukaan-permukaan yang tumpul disebabkan oleh bahan asal atau pengaruhpengaruh organik

2. Klasifikasi menurut kekerasan agregat
Kekerasan agregat dipengaruhi oleh kandungan lengas, banyaknya lempung, jenis/tipe lempung, watak kation-kation yang terjerap, dan kandungan bahan organik. Kandungan lengas yang tinggi, lempung kaolinit, kation-kation bervalensi dua, dan tingginya kandungan bahan organik menyebabkan agregatagregat tersebut nisbi lunak. Karena kandungan lengas merupakan pengaruh yang menonjol terhadap

3. Klasifikasi menurut ukuran agregat
Karena agregat-agregat berukuran pasir lebih menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman dibandingkan yang berukuran sangat kecil dan yang sangat besar, maka ukuran agregat meruoakan suatu tolok-ukur (kriteria) yang bermanfaat dalam klasifikasi struktur tanah.
Perlu dicatat bahwa suatu tanah yang tersusun sama sekali dari zarah-zarah berukuran debu atau agregat-agregat, tidak dapat diatus (didrainasekan) oleh kakas gravitasi, karena pori-porinya terlampau kecil (halus). Ini memerlukan suatu tegangan sebesar 1/2 atmosfer untuk mengosongkan sebuah pori yang bergaris tengah 0,006 mm. Sebagian besar pori-pori di dalam debu murni berukuran lebih kecil dari ini.

4. Klasifikasi menurut kemantapan
Agregat-agregat dapat berbeda menurut kemampuannya dalam bertahan di bawah pengaruh tetesan air hujan atau pembenaman ke dalam air. Kemantapan ini bergantung kepada kandungan lempung, tingkat penjonjotan (flocculation), ikatan-ikatan bahan organik-inorganik, perekat mikrobia terhadap agregat-agregat, dan adanya bahan-bahan perekat mineral, misalnya oksida-oksida besi dan alumunium.

5. Klasifikasi menurut ukuran pori
Karena akar-akar tanaman dan mikrobia hidup di dalam ruang-ruang pori, maka klasifikasi struktur tanah menurut ukuran porinya dapat diterima aka1. Persentase agihan ruang pori dari berbagai ukuran dapat ditentukan dengan cara menghilangkan air dari suatu contoh tanah yang telah dijenuhi dengan air. Data yang dihasilkan bila diplot ke dalam suatu kurve pelepasan lengas tanah akan memberikan suatu gambaran yang bagus tentang pola struktur suatu tanah.

Faktor yang Dipengaruhi Struktur Tanah

Adapun faktor–faktor yang dipengaruhi struktur tanah adalah :

Perakaran
Misalnya bila struktur tanahnya mantap maka akar akan sulit menembus

Porositas
Pori besar menyediakan aerasi, infiltrasi dan drainasi,pori sedang memberikan kemudahan bagi penghantaran air, pori kecil sebagai tandon air yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Daya Menahan Air
Bila strukturnya memiliki pori yang halus maka tanah memiliki daya menahan air yang lebih sedikit pula.

Pertumbuhan Tanaman
Struktur tanahnya mantap maka akar akan sulit menembus,maka pertumbuhan tanaman akan sulit dan membutuhkan pengolahan tanah yang keras.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel