CIRI-CIRI TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA PHOSPHOR (P) PADA TANAMAN SAWIT

CIRI-CIRI TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA PHOSPHOR (P) PADA TANAMAN SAWIT  Phosphor diserap dalam bentuk H2PO4-, HPO42- dan PO42-. Peranan Phosphor dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, pembentukan asam nukleat (DNA dan RNA), sebagai bahan dasar protein (ATP dan ADP), membantu asimilasi dan respirasi, merangsang pembelahan sel, mempercepat proses pembungaan dan pembuahan serta pemasakan biji dan buah, dapat mengurangi aborsi bunga.

A. Gejala Defisiensi Phosphor
  • Gejala kekurangan P pada tanaman kelapa sawit sebenarnya tidak mudah terlihat, tetapi batang tanaman dapat menunjukkan bentuk piramid, kerdil, dan pelepah yang pendek, perkembangan akar terhambat, gejala pada daun sangat beragam beberapa tanaman menunjukkan warna hijau tua mengkilap yang tidak normal.
  • Pematangan buah terlambat serta perkembangan bentuk dan warna buah buruk.
  • Tanaman kelapa sawit yang berada pada ekosistem yang kekurangan P ditunjukan oleh tanda-tanda berikut :
  • Ukuran daun kacangan (seperti Pueraria phaseoloides) kecil, abnormal dan sulit berkembang. Hara P sangat tinggi untuk menunjang proses fiksasi N2 secara biologis pada tanaman penutup tanah leguminosa.
  • Daun lalang (Imperata cylindrica) berwarna keungu-unguan, munculnya suksesi Melastoma malabahtricum dan Dicranopteris linearis.

CIRI-CIRI TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA PHOSPHOR (P) PADA TANAMAN SAWIT
B. Penyebab Defisiensi Phosphor

  • Kadar P tersedia di dalam tanah sangat rendah (< 15 mg P/kg, Bray II).
  • Tanaman kelapa sawit ditanam pada lahan yang lapisan atas tanahnya sudah tererosi (kerap kali terjadi di puncak-puncak bukit).
  • Dosis P yang diberikan tidak mencukupi untuk menunjang produktivitas tanaman yang tinggi.
  • Terikatnya P oleh senyawa kimia lainnya, sehingga hanya 1 % saja yang tersedia untuk tanaman padahal ketersediaan di alam cukup melimpah.

Keasaman tanah (pH). Tanah dengan pH rendah, P akan bereaksi dengan ion Besi dan Aluminium dan membentuk Besi Phosphat dan Aluminium Phosphat yang sukar larut dalam air sehingga tidak dapat digunakan oleh tanaman. Sedangkan pada pH tanah yang tinggi (basa) P akan bereaksi dengan Kalium dan membentuk Kalium Phosphat yang sukar larut dalam air.Aerasi. Ketersediaan oksigen di dalam tanah diperlukan untuk meningkatkan pasokan P lewat proses perombakan bahanorganik oleh mikroorganisme tanah. Pada tanah yang padat atau tergenang air, penyerapan P akan terganggu.Suhu atau temperatur. Pada temperatur relatif hangat ketersediaan P akan meningkat karena proses perombakan bahan organik juga meningkat. Ketersediaan P menipis di daerah yang bersuhu rendah. Bahan organik. Sebagian P yang mudah larut diambil oleh mikroorganisme tanah untuk pertumbuhannya. Phosphor ini akhirnya diubah menjadi humus, karena itu untuk menyediakan cukup P, kondisi tanah yang menguntungkan untuk perkembangan mikroorganisme perlu diperhatikan. Unsur hara lain (Fe, Al, Mn dan Ca). Tercukupinya jumlah unsur hara lain dapat meningkatkan penyerapan P. Amonium yang berasal dari Nitrogen dapat meningkatkan penyerapan P. Kekurangan hara mikro dapat menghambat respon tanaman terhadap pemupukan P.

C. Pencegahan Defisiensi Phosphor
  • Pembangunan tanggul-tanggul erosi akan mengurangi kehilangan pupuk P yang ditabur di atas tanah. Jika pupuk P diberikan dalam jumlah cukup, maka perkembangan akar akan meningkat dan akan memperbaiki serapan unsur N, Mg dan K.
  • Aplikasi P pada tanaman belum menghasilkan (TBM) lebih dianjurkan menggunakan superphosphat sedangkan untuk tanaman dewasa menggunakan rock phosphat.
  • Pemupukan P untuk tanaman kelapa sawit berumur 6 tahun keatas diberikan di luar piringan dimana kandungan bahan organiknya lebih tinggi. Untuk tanaman yang mempunyai nilai kemasaman (pH) kurang dari 4, pemberiannya tetap dilakukan di dalam piringan.


D. Perlakuan Pada Tanaman Defisiensi Phosphor
Jika dijumpai gejala defisiensi pada tanaman penutup tanah dan gulma lainnya maka diperlukan pemupukan P dengan dosis yang lebih tinggi lagi yakni 0.5-0.175 kg P2O5 per tanaman (kira-kira 1-2 kg TSP atau SP-36).

1 Response to "CIRI-CIRI TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA PHOSPHOR (P) PADA TANAMAN SAWIT"

kami berhara kritik dan saran. pembaca untuk meningkatkan web ini menjadi lebih baik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel