Instalasi Kolam Pengolahan Limbah Cair pola Recycling

pengolahan limbah karet cair, cara pengolahan limbah cair karet, proses pengolahan limbah cair karet, pengolahan limbah cair industri karet, kandungan limbah cair pabrik karet, penanganan limbah cair pabrik karet
Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) -- Permasalahan yang sering terjadi di dalam lingkungan salah satunya adalah pencemaran dari berbagai limbah yaitu limbah industri dan limbah rumah tangga.  Pencemaran lingkungan yang paling potensial yaitu pencemaran air.  Limbah merupakan hasil sisa dari sebuah proses yang tidak dapat digunakan kembali.  Apabila limbah ini terlalu banyak di lingkungan maka akan berdampak pada lingkungan, hewan, tumbuhan dan masyarakat sekitar.  air sisa pengolahan latek yaitu dengan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).  Instalasi ini digunakan untuk mengolah limbah yang telah terkontaminasi bahan kimia berbahaya bagi lingkungan sebelum limbah dialirkan ke badan sungai penerima.

Instalasipengolahan air limbah (IPAL) yang dimiliki oleh  ini digunakan untuk mengolah air limbah dengan memanfaatkan proses biologis.  Tujuan IPAL untuk mencegah pengotoran airmelindungi biota dalam tanah dan perairan, mencegah berkembangbiaknya bibit penyakit, dan vektor penyakit, menjaga keindahah, bau yang tidak sedap pada badan sungai penerima air limbah, dan lingkungan sekitar pabrik pengolahan.

Untuk menanggulangi pencemaran air yang berada di lingkungan menerapkan upaya in plant control dan house keepingIn plant control meliputi :
1)    penggunaan air pengolahan seefisien mungkin dengan tetap memperhatikan kualitas produksi,
2)      pemakaian bahan kimia yang terkendali,
3)      mencegah lossis dan ceceran bahan pelumas/minyak seoptimal mungkin.

House keeping meliputi:
1)      pengutipan aval didekat parit-parit pabrik,
2)      pengutipan aval di bak penampungan limbah padat,
3)      pengutipan/pembersihan oli, pelumas dan kontaminasi lain dari unit mesin maupun lantai,
4)      pengutipan limbah padat (abu kamar asap),
5)      pengutipan scum di kolam an aerobic dan fakultatip.

In plant control dan house keeping dilakuan merupakan upaya untuk menghindari terjadinya pencemaran limbah dengan membuat berbagai sarana pengolahan limbah yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi memacu pada peraturan daerah yang tertuang dalam baku mutu limbah cair.  Upaya pemenuhan kualitas buangan limbah sesuai dengan baku mutu limbah cair yang tertuang dalam KepMen (No:Kep-51/Men-LH/10/1995), tentang  membuat instalasi pengolahan air limbah. Instalasi pengolahan air limbah sebanyak 7 kolam yang terdiri dari kolam rubber trap, kolam anaerobic, kolam fakultatif, kolam aerob 1, 2 dan 3, dan kolam recycling.  Ukuran, volume dan retensi dari setiap kolan dapat dilihat pada Tabel.  

Tabel 4.  Ukuran, volume retensi dari setiap kolam
No
Kolam
Ukuran (m)
Volume (m3)
Retensi(m3/hari)
1
Rubber trap
18x15x2,4
648    
1,3
2
An aerobic
35x80x7
19.600
39,2
3
Fakultatif
30x60x5
9000
8,0
4
Aerobic I
24x75x3
5.400
10,8
5
Aerobic II
65x40x1,5
3.900
7,8
6
Aerobic III
40x60x1,5
3.600
7,2
7
Recycling
65x40x3
7.800
15,6
Total
32.548
100
Sumber:  Laporan RKP-RPL (triwulan II 2015) PT Perkebunan Nusantara Unit Kedaton

a.  Rubber Trap
Kolam rubber trap merupakan kolam pertama pada instalasi pengolahan air limbah.  Kolam ini digunakan untuk menampung limbah cair yang berasal dari proses pengolahan.  Kolam ini memiliki 18 kotak yang berfungsi untuk penyaringan serpihan koagulum yang keluar dari proses pengolahan latek dan busa-busa yang mengapung kemudian terbuang keluar dari proses pengolahan latek menuju kolam pengolahan limbah.  Kolam Rubber Trap dapat dilihat pada Gambar 3.  Ukuran, volume dan retensi kolam rubber trap.  Potongan kecil-kecil (aval) dan busa-busa dikutip dengan interval waktu 2 hari sekali.  Hasil kutipan dikumpulkan dan dijual ke pihak ketiga.
  
b.  Kolam An aerobic
Kolam an aerobic digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung bahan organik dan padatan tinggi.  Kolam dibuat dengan kedalaman 7 meter karena untuk mendapatkan kondisi an aerobic.  Perombakan bakteri di dalam kolam ini terjadi secara alami.   Air limbah akan mengalir ke kolam fakultatif dan padatan akan mengendap di dasar kolam, jika sudah banyak maka dibuang.  Padatan/scum yang mengapung juga dibuang menggunakan serok.  Ukuran, volume dan retensi dapat dilihat pada Tabel.

c.  Kolam Fakultatif
Kolam fakultatif berfunngsi sebagai tempat perombakan senyawa organik yang belum terurai oleh kolam an aerob.  Ukuran, volume, dan retensi kolam fakultatif dapat dilihat ada Tabel.  Kolam ini merupakan kolam kombinasi antara ketiga proses yaitu proses an aerobic di bagian bawah, proses fakultatif di bagian tengah, dan proses aerobic di bagian atas.  Dalam kolam ini memiliki hubungan simbiotik antara bakteri dan ganggang.

d.  Kolam Aerobic 1
Kolam aerobic 1 menerima limbah cair dari kolam fakultatif.  Fungsi dari kolam ini adalah untuk mengoksidasi asam organik yang belum sempurna terombak di dalam kolam fakultatif oleh bakteri aerobic.  Ukuran, volume, dan retensi dapat dilihat pada Tabel.  Dalam kolam ini mikroorganisme yang aktif adalah bakteri aerobic dan alga untuk menjadi kondisi aerob kolam ini dilengkapi dengan 30 lubang diffuser, semua lubang berfungsi secara periodik.  Hasil fotosintesis alga digunakan bakteri untuk mengoksidasi bahan organik dan senyawa lainya seperti Nutrien dan COyang bersumber dari bahan-bahan organik yang terdegradasi digunakan oleh alga.

e.  Kolam Aerobic 2
Kolam aerobic 2 menerima limbah cair dari kolam aerobic 1.  Fungsi dari kolam ini adalah untuk mengoksidasi asam organik yang masih belum sempurna terombak di kolam aerobic 1 oleh bakteri aerobic.  Kolam aerobic 2 terdapat 20 lubang air mancur di bagian tepi kolam dan dua dish diffser di bagian tengah kolam.  

f.  Kolam Aerobic 3
Kolam aerobic 3 menerima limbah cair dari kolam Kolam aerobic 2.  Fungsi dari kolam ini adalah untuk mengoksidasi asam organik yang belum sempurna terombak di Kolam aerobic 2 oleh bakteri aerobic.  Ukuran, volume, dan retensi dapat dilihat pada Tabel.
Kolam ini dilengkapi dengan 1 pompa dan recycling sebanyak 6 buah, hal ini berguna untuk meningkatkan aerasi air limbah yang berada dalam kolam secara terus menerus.  Kolam ini ditanami enceng gondok pada saluran buang untuk menyaring kotoran-kotoran (filter) pada saat air akan masuk ke kolam recycling.

g.  Kolam Recycling


Kolam recycling merupanan instalasi pengolahan limbah yang terakhir sebelum air limbah di buang ke sungai penerima limbah cair.  BOD akan meningkat kembali apabila permukaan kolam kotor, oleh karena itu kolam harus dibersihkan setiap hari. Ukuran, volume dan retensi kolan ini dapat dilihat pada Tabel.  Kolam ini dilengkapi pipa aerator yang cukup besar fungsi dari pipa ini untuk meningkatkan aerasi di dalam kolam.

0 Response to "Instalasi Kolam Pengolahan Limbah Cair pola Recycling "

Post a Comment

Silahkan berkomenta dengan bijak dan relevan sesuai artikel