Cara Meningkatkan Harga karet/lateks


Di Indonesia banyak tanaman perkebunan yang dibudidayakan untuk memenuhi kebutuhan sehari masyrakatnya seeperti teh, cengkeh, tebu, kopi, kakao, tembakau, karet, sait, kelapa, pisang, dan masih banyak lagi yang lainya. Telah kita ketahui tanaman karet merupakan tanaman yang sangat banyak dan menjadi salah satu tanaman perkebunan terbesar di Indonesia. Pada awalnya tanaman ini hanya dijadikan tanaman hias saja. tanaman yang  menghasilkan lateks ini pula merupakan tanaman pokok yang meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Banyak petani yang hanya mengandalkan hasil karet tetes demi tetes yang ia pergunakan untuk menghidupi keluarganya sehari-hari. Pada tahun 2011 para petani karet mencapai puncaknya. Lateks basah mereka dihargai Rp. 20.000 /Kg pada tahun 2015 pernah turun samapai diharga Rp 3500 /kg. Dan selama tahun 2017 harga tersebut tidak pernah mencapai harga Rpp 10.000 /Kg. Hal ini lah yang menjadi polemik masyarakat saat ini. Pertanyaan yang sering terlontar oleh masyarakat yaitu “kenapa harga tidak naik”. Dari pengalaman penulis pada tahn 2015 pameran tanaman karet/lateks yang di ikuti oleh salah astu perkebunan karet BUMN proinsi lapung lateks SIT mendapat peringkat 1 di hongkong.

Kenaikan harga karet banyak faktor yang mempengaruhi disini kita akan bahas hanya pasa dasar pascapanen saja.
Kita muai dari:

      1.      proses panen
proses panen tanaman karet yaitu dengan cara menyadapnya (dengan cara melukai kulit batangnya). Apa bila tanaman yang kita sadap belum cukup tua maka lateks yang keluar banyak mengandung kadar air, pemanenan yang setiap hari juga kadar air dalam lateks jumlahnya banyak. Hal ini mengakibatkan umur produktif tanaman tidak maksimal dan juga harga jual menurun akibat dari kadar air di dalam lateks memiliki persentse yang cukup banyak. Tidak hanya itu saja, kebanyakan para petami skrap kulit batang ketika melakukan pemanenan dimasukan kedalam mangkuk yang mengakibatkan latek tersebut menjadi kotor. Kebiasaan para petani untuk mengurangi biaya, saat turun hujan, maka karet/lateks yang ada di kebun dibekukan bukan menggunakan cairan koogulasitor setandar yaitu asam semut, melainkan menggunakan bahan-bahan lain. Hal ini juga bisa megakibatkan kualitas karet/latek menurun.

      2.      Pascapanen
Kebanyakan para petani memungut atau mengambi latek yang di panen sekitar 2 – 5 hari baru di pungut, akibat dari perlakuan ini adalah latek terendam oleh air yang berada dalam mangkuk semacam lendir. Air tersebut berasal dari sisa koogulasi lateks dan air hujan yang mengakibatkan tingkat elastisitas lateks menurun. Banyak juga para petani ketika melakukan pemungutan untuk dicetak dalam bantalan besar dicampur air dan juga yang lebih exstrim ditabahkan material-material lain dalam jumlah banyak seperti batu bata, pasir, tanah liat yang dapat menambah berat latek yang dicetak besar tersebut.. Pendapat masyarakat menganggap semakin banyak air maka kuantitas semakin bertambah dan akan menghasilkan uang dalam jumlah banyak

      3.      Penyimpaan bantalan lateks/karet
Penyimpanan di masyarakat kebanyakan dimsukan kedalam lubang yang berisi dengan air bertujuan untuk mengurangi penyusutan akibat dari banyaknya air yang keluar dari cetakan besar. Untuk menambah bobot bantalan besar maka bantalan besar tersebut di rendam dalam air lumpur, perlakuan ini ada yang berpendapat bahwa lumpur dapat masuk dan menambah berat bantalan besar lateks tersebut.

Harga karet berbanding lurus degan kadar air dalam karet/lateks dan kualitas karet yang ada. Yang paling berpegaruh pada harga karet yang tidak bisa ditoleransi yaitu tingkat kekotoran karet yang sudah tercetak dengan material-material yang dapat mengakibatkan kualitas karet menurun seperti yang di sebutka di atas yaitu adanya penambahan batu bata, pasir, tanah liat.
Oleh kana itu untuk meningkatkan harga jual karet petani maka petani juga harus memperhatikan kualitas karet para petani da menguerangi kadar air yang berlebuihan. Untuk menjadikan pertanian indonesia ini semakin maju dan harga jual petani menigkat. 

cara menaikan Harga lateks | cara meningkatkan harga lateks | cara menaikan Harga karet | cara meningkatkan harga karet

0 Response to "Cara Meningkatkan Harga karet/lateks"

Post a Comment

Silahkan berkomenta dengan bijak dan relevan sesuai artikel